Pak Hendro dan Kenangan di Kongres Internasional Literasi Dayak 2026
Hendro - Dokpri Pak Hendro mengusap wajahnya perlahan sambil tersenyum kecil mengingat kejadian sore tadi. Ia masih merasa t…

Hendro - Dokpri Pak Hendro mengusap wajahnya perlahan sambil tersenyum kecil mengingat kejadian sore tadi. Ia masi…
Hendro - Dokpri Pak Hendro mengusap wajahnya perlahan sambil tersenyum kecil mengingat kejadian sore tadi. Ia masih merasa t…
Dari kiri: Wilson, Masri, Grace, Matius - Dokpri. Grace Di lorong-lorong kampus Institut Teknologi Keling Kumang, Sekadau, o…
Masyarakat suku bangsa Dayak telah menorehkan sejarah baru dan pertama di dunia. Mereka menyelenggarakan Kongres Internasion…
Kumpulan cerpen Seusai Pesta Naik Dango karya Paran Sakiu menghadirkan nuansa yang berbeda dari cerpen pada umumnya. Cerita-…
Pendeta pengarang? Mengapa tidak. Dunia sastra Indonesia pernah mengenal sosok Fridolin Ukur, pendeta berpeci hitam kelahira…
Di tengah gempuran globalisasi yang mengancam kelangsungan banyak bahasa daerah, muncul sebuah karya berani yang patut diapr…
Buku Rumah Panjai Filosofi Manusia Dayak karya Wilson merupakan salah satu karya penting yang mengulas kebudayaan Dayak, khu…
Pada Sabtu, 7 Maret 2026, tiga orang terlibat dalam diskusi mendalam mengenai persiapan Kongres Internasional Literasi Dayak…