Aktif Menulis Budaya Dayak Uud Danum, Jonison Kantongi Poin Kenaikan Pangkat ASN

 

Lie Martina (Tina Lie) & Jonison


Di tengah kesibukannya sebagai pengawas sekolah dasar di Kabupaten Sintang, seorang ASN bernama Jonison diam-diam sedang menulis jejak penting tentang Suku Dayak Uud Danum. Lewat sebuah komentar singkat di media sosial, ia pernah menulis, “Itulah Kak Bro, angka kredit poin saya di MyASN sudah berlebihan. Bulan Februari 2026 sudah bisa diajukan ke golongan IV/c, namun pikir-pikir biarlah pelan-pelan saja.” Kalimat itu terdengar sederhana, bahkan diselipi emoji bercanda. Namun di baliknya, ada perjalanan panjang tentang dedikasi, literasi, dan usaha menjaga ingatan budaya agar tidak hilang ditelan zaman.

Sejak sekitar tiga tahun lalu, Jonison mulai aktif menulis berbagai kisah tentang masyarakat Dayak Uud Danum. Ia menuliskan cerita rakyat, legenda, pengalaman perjalanan, hingga kisah-kisah ketika mengunjungi sekolah-sekolah di wilayah pedalaman. Pengalaman lapangan sebagai pengawas sekolah memberinya kesempatan melihat langsung kehidupan masyarakat yang masih menyimpan banyak kekayaan tradisi dan cerita lisan. Dari perjalanan itulah lahir tulisan-tulisan yang kemudian dipublikasikan melalui website literasiuuddanum.com dan mulai dikenal luas oleh pembaca yang memiliki perhatian terhadap budaya Dayak.

Tulisan-tulisan tersebut akhirnya dihimpun menjadi sebuah buku berjudul Folklor Suku Dayak Uud Danum: 40 Cerita Pilihan. Buku ini menjadi salah satu dokumentasi penting tentang kehidupan dan kekayaan budaya masyarakat Dayak Uud Danum. Sambutan masyarakat terhadap buku tersebut ternyata cukup besar hingga mengalami cetak ulang. Banyak pembaca menilai karya bagian dari upaya merawat identitas budaya yang selama ini jarang terdokumentasikan secara tertulis.

Perjalanan literasi Jonison kemudian mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pemerintah Kabupaten Sintang melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah memberikan penghargaan atas kontribusinya di bidang literasi. Menariknya, karya tulis tersebut juga memberikan dampak terhadap kariernya sebagai aparatur sipil negara. Buku dan aktivitas literasi yang ia lakukan membantu menambah angka kredit poin ASN yang sangat mungkin membawanya menuju kenaikan pangkat atau golongan.

Namun bagi Jonison, menulis merupakan bagian dari gerakan menjaga ingatan generasi mendatang tentang Suku Dayak Uud Danum. Di tengah derasnya perubahan zaman, dokumentasi budaya menjadi sangat penting agar cerita, nilai, dan identitas masyarakat adat tetap hidup. Karena itu, kehadiran Johnson dalam Kongres Internasional Literasi Dayak Pertama, menjadi warna tersendiri bagi masa depan dokumentasi budaya Dayak.

Apa yang dilakukan Johnson memperlihatkan bahwa literasi dapat lahir dari perjalanan sederhana dan pengalaman sehari-hari. Dari sekolah-sekolah pedalaman hingga halaman buku, cerita tentang masyarakat Dayak Uud Danum kini mulai menemukan ruangnya sendiri. Langkah kecil yang dimulai dari tulisan di website perlahan menjadi jejak penting dalam merawat memori kolektif sebuah suku bangsa.


Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url