Sopian, Ketua IKADUM, Hadir dan Apresiasi Kongres Internasional I Literasi Dayak
![]() |
| Sopian (baju merah), kedua dari kiri, Dokpri |
Sopian, S.Sos., M.Si. merupakan Ketua Ikatan Keluarga Besar Dayak Uut Danum (IKADUM) Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat. Ia turut hadir dalam Kongres Internasional I Literasi Dayak yang diselenggarakan di Sekadau, Kalimantan Barat, pada 15-16 Mei 2026. Baginya, kehadiran dalam kongres tersebut menjadi sebuah kehormatan, baik secara pribadi maupun sebagai perwakilan masyarakat suku Dayak Uut Danum. Momentum ini dinilai sangat berharga karena dapat mengikuti kongres pertama di dunia yang mengangkat gerakan literasi berbasis suku bangsa Dayak.
Menurut Sopian, salah satu hal yang paling membekas dalam benaknya adalah pentingnya kolaborasi antara suku Dayak Uut Danum dengan sub-suku Dayak lainnya. Ia menilai bahwa sudah bukan waktunya lagi berjalan secara eksklusif dan sendiri-sendiri. Kemajuan, menurutnya, tidak mungkin tercapai tanpa adanya koneksi dan kerja sama. Gagasan tersebut juga menjadi salah satu topik penting yang dibahas dalam kongres kali ini.
Koneksi yang dimaksud bukan sekadar hubungan antarsuku, melainkan proses saling belajar, berbagi pengalaman, serta membangun pemahaman bersama. Dalam konteks yang lebih luas, koneksi berarti kemampuan menghubungkan berbagai pengalaman, ide, dan fakta yang selama ini tampak terpisah, lalu membentuk pemahaman yang lebih utuh sehingga melahirkan makna baru. Pemikiran tersebut menjadi relevan dalam upaya membangun kemajuan masyarakat Dayak di tengah perkembangan zaman.
Bagi Sopian, kongres ini seperti menyatukan kepingan-kepingan puzzle suku bangsa Dayak yang selama ini tersebar dalam berbagai sub-suku. Pandangan itu sejalan dengan materi yang disampaikan Ir. Petrus Gunarso yang meminjam istilah Steve Jobs, yakni “Connecting the dots”. Istilah tersebut dikenal luas melalui pidato Steve Jobs di Stanford University pada tahun 2005 dan digunakan untuk menggambarkan pentingnya menghubungkan berbagai pengalaman serta perjalanan hidup menjadi sebuah makna besar.
“Kita harus berkolaborasi dan belajar dari suku Dayak lainnya,” ungkap Sopian. Semangat itulah yang ingin dibangun melalui Kongres Literasi Dayak, yakni menumbuhkan kesadaran kolektif di antara sub-suku Dayak agar semakin maju, cerdas, hebat, dan luar biasa. Slogan tersebut juga digaungkan oleh Dr. Yansen TP. selaku keynote speaker dalam kongres tersebut.
Kongres ini menjadi penegasan bahwa sudah waktunya masyarakat Dayak di seluruh Borneo saling terkoneksi dan memperkuat kolaborasi. Kehadiran Sopian sekaligus mewakili salah satu pesan utama Kongres Internasional I Literasi Dayak sebagai kongres literasi berbasis suku pertama di dunia. Harapannya, suku Dayak Uut Danum bersama sub-suku Dayak lainnya dapat terus bekerja sama untuk membawa kejayaan suku bangsa Dayak di masa mendatang.
