Raih Kesuksesan Di Masa Depan, Bangun Relasi Dan Koneksi Sejak Muda


“Kamu dari SMP mana? Tanya seorang guru kepada muridnya. Pertanyaanitu dilontarkan kepada salah seorang murid yang baru kelas 10.

“Saya dari SMP yang bukan dari sekolah berbeda dari yang sekarang,”jawab murid.

“Mengapa pindah, bukankah biasanya kalau sudah TK, SD, SMP di sekolahyang sama SMA juga di sekolah itu juga, apa karena prestasi akademik yang kurang, atau karena faktor pergaulan yang membuatmu tidaknyaman,” tanya guru.

“Tidak pak, alasan saya pindah karena ingin punya relasi yang lebih banyak,mau punya teman yang makin banyak, malah saya SD dan SMP juga di sekolah yang berbeda,” jawab murid.

“Tapi keputusanmu itu, apa didukung orang tua, atau keinginan sendiri”lanjut guru.

“Ya Pak, keinginan saya sendiri dan orang tua mendukung saja, emang karena keinginan saya biar bisa membangun relasi dan memiliki lebih banyak teman. Ya, kayak sekarang ada teman saya yang melanjutkan diSMA lain trus ketemu dengan teman saya waktu SD, trus mereka kenalan dan saya jadi penyambung mereka, saya pun jadi makin dikenal,” jawabmurid.

“O gitu,” sahut guru.

“Emang mungkin apa yang saya lakukan agak aneh tetapi saya menikmatinya dan saya memiliki tujuan yang jelas. Saya ingin membangun relasi dengan sebanyak mungkin orang,” kata murid.

“Bagus! apa yang kamu lakukan memang mungkin jarang dilakukan oleh anak seusia kamu, tetapi memang benar bahwa relasi jadi bagian pentingdi masa depan,” kata guru.

Percakapan di atas berangkat dari kisah nyata, dan ini menarik. Satu pernyataan yang mungkin di luar pemikiran. Tetapi jika menelisik lebih jauhkembali memang ada benarnya.

Relasi pada akhirnya juga menumbuhkan koneksi. John Maxwell dalambukunya 21 hukum tak terbantahkan dalam kepemimpinan mengatakan bahwa menyentuh hati orang sebelum meminta bantuannya. Kita tidakakan menggerakkan orang untuk bertindak menolong kita kecuali terlebih dahulu menggugah emosinya, menyentuh perasaan. Perasaan lebih dahulu baru rasio (Maxwell 1998, 101).

Cerita sederhana di atas membuktikan bahwa relasi berkaitan erat dengan koneksi. Karena relasi pada akhirnya adalah suatu hubungan yang lebih mendalam. Tidak hanya kenal tetapi hubungan yang lebih emosional seperti persahabatan.

Sedangkan koneksi lebih berbicara pada hal yang sifatnya lebih pragmatisdan oportunis. Artinya koneksi hanya menghubungkan dan hal-hal yang saling memerlukan untuk memecahkan masalah-masalah.

Koneksi juga tidak akan tercipta dengan baik apabila tidak ada relasi. Relasi dan koneksi menjadi bagian yang penting dan saling erat kaitannya. Relasi membangun kedalaman suatu hubungan yang pada akhirnya menyentuh pada sisi emosi dan perasaan.

Sementara koneksi memberi kita kesempatan. Karena orang sudah melihat siapa kita sehingga mereka mau menolong kita. Apalagi dengan didukung oleh kemampuan yang dimiliki. Tentulah koneksi akan lebih cepat mengangkat dan membantu, dan menjadikan kita lebih sukses.

Boleh dikatakan itu akan memotong kurva perjalanan kita. Karena relasi yang kita bangun menghadirkan koneksi sehingga keberhasilan atau kesuksesan lebih berpeluang untuk kita raih.

Apalagi di masa sekarang ini. Koneksi menjadi pembuka peluang terhadap kesuksesan bahkan mampu membawa perubahan dalam hidup seseorang.

Dengan relasi sesungguhnya membawa kita masukpada koneksi. Dengan koneksi kita membangun market, aset, dan akses. Koneksi membuka banyak peluang untuk kesuksesan dan masa depan.

Meskipun mungkin ada beberapa yang tidak setuju. Karena alasan-alasanyang sifatnya teknis. Seperti tidak memungkinkan kalau harus berpindah-pindah sekolah baik dari sisi biaya maupun dari sisi mengurus anak. Dan itubisa menjadi kesulitan tersendiri bagi orang tua.

Mendengar apa yang dilakukan murid itu bisa menjadi gambaran tentang bagaimana seseorang memandang sesuatu kehidupan. Melihat apa yang penting untuk kehidupannya yang akan datang.

Anak ini melihat relasi sebagai bagian yang sangat penting. Semakin banyak relasi yang dia bangun semakin baik ke depan. Jadi ini bisa menjadi inspirasi. Tidak musti di sekolah tetapi di manapun sudah selayaknya harus membangun relasi dengan baik.

Bukankah, di masa yang akan datang setiap posisi penting juga akan diduduki generasi anak ini. Karena bagaimanapun anak-anak ini adalah generasi kita selanjutnya.

Siapa yang akan menjadi pengusaha, dokter, pemimpin, aparatur negara dan pemimpin di setiap institusi. Mereka adalah anak-anak yang saat ini sedang belajar di jenjang SMA. Sangat mungkin bahkan bahwa diantaranya adalah teman-teman anak ini.

Namun perlu dicatat pula bahwa relasi akan tetap terbangun jika ada saling membutuhkan. Itu berarti harus mempersiapkan diri menjadi pribadi yang berhasil. Sehingga relasi itu akan memperluas apa yang dicapai. Dan berkolaborasi menciptakan suatu membawa keberhasilan bersama.

Jadi tidak semata-mata relasi tetapi juga perlu menunjukkan kemampuandiri sehingga relasi makin terjalin karena saling membutuhkan. Bukansekadar kenal atau tahu.

Anak-anak muda perlu mulai memikirkan tentang hal itu. Relasi penting namun harus diimbangi dengan persiapan diri sehingga relasi yang dibangun kini akan menjadi kesempatan di masa depan. Kesempatan, peluang, dan kolaborasi untuk mencapai kesuksesan tinggal menunggu waktu.

Referensi:

Maxwell, John C. 1998. The 21 irrefutable laws of leadership. N.p.: ThomasNelson Publishers.

 

Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url